Feeds:
Posts
Comments

Dengan angkuhnya saya berdoa minta ini minta itu dengan segera
Tolong aku ya Tuhan, selayak manusia yang sangat butuh bantuanNya
Dan saya lupa bahwa Tuhan punya kuasa atas waktu yang tepat!
Doa yang tepat akan terkabul dalam waktu yang tepat dan waktu yang tepat itu tidak ada dalam tanggalan saya, tidak ada dalam agenda saya, semua diluar kendali saya… hanya Tuhan yang tahu kapan waktu yang tepat sesungguhnya!

Dengan hinanya saya merasa, Tuhan telah mengecewakan saya
Hanya karena dia tidak menyegerakan untuk mengabulkan doa saya
Duh! Kemudian saya merasa sebagai makhluk paling sial di muka bumi
Dan saya lalai melihat sekeliling, melihat pada anugerah Tuhan yang lainnya, anugerah Tuhan yang diberikan untuk mengganti doa-doa yang Dia tangguhkan… Astaghfirullah…

Saya sering merasa sangat jauh dengan Tuhan
Ketika saya berdoa, saya merasa di sini dan Dia jauh di sana
Padahal jelas disebutkan sungguh dekat Tuhan dengan makhlukNya
Bahkan lebih dekat dari ummat dengan nadinya…
Lalu selama ini siapa yang menjadikan mimpi-mimpi kenyataan
Jika bukan Dia? Dzat yang Maha Mulia dan Maha Sempurna itu?

Aku malu, aku malu mencariMu, padahal Kau sungguh dekat…

 

ikhlas = buang hajat?

Sebuah blog yang ditulis orang seseorang yang saya anggap cukup bijak menuliskan:

Ukuran kesempurnaan ikhlas itu dapat diumpamakan “keikhlasan” kita sewaktu buang air besar. Kita  enggan menoleh, bahkan selekasnya dilupakan dan disiram air agar tidak berbau dan membekas. Setelah itu kita tak pernah membahas dan mengungkit-ungkit lagi di kemudian hari. Itu yang harus kita lakukan, sekalipun yang kita perbantukan berupa harta paling berharga.

Damn! Tulisan itu rasanya seperti tamparan di wajah saya. Analoginya cukup nyeleneh tapi rasanya tepat.
Sementara saya masih sering merasa ikhlas atas banyak hal tapi saya juga masih ingat detail dari banyak hal yang “katanya” saya ikhlaskan itu.
Masih sering bolak balik mengingatkan orang-orang akan hal-hal yang saya persepsikan sebagai perbuatan baik yang pernah saya lakukan.
Bahkan saya ungkit lagi ke dalam diri sendiri dengan alasan sebagai penguat hati bahwa saya sudah bisa menjadi manusia yang “cukup ikhlas”.
Sesungguhnya saya masih jauh dari kriteria seorang manusia yang ikhlas.

Tulisan di atas sungguh membukakan pikiran saya, benar juga…
Saya tidak pernah membahas dimana, kapan dan bagaimana hajat yang saya buang. Buang yah buang saja, sudah dan lupakan…
Apakah saya bisa menerapkan analogi ini terhadap hal-hal baik yang pernah saya kerjakan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain?
Sudah yah sudah saja. Berikan dan lupakan… Seandainya saja saya bisa.

Saya masih ingin berbuat kebaikan lebih banyak dari yang pernah saya lakukan. Karena saya tahu, apa yang saya tanam hari ini akan saya petik buahnya besok lusa dan saya ingin belajar melupakan apa-apa yang sudah saya berikan kepada siapapun juga di dunia ini. Tapi saya masih saja terus menghitung bahkan sampai pada saat tulisan ini saya tulis…

Saya hanya bisa berusaha sebaik yang bisa saya lakukan. Mudah-mudahan setelah itu saya akan bisa melupakan semua kebaikan yang saya lakukan dengan segera. Tidak perlu asik menghitungnya dan mengumpul-ngumpulkan nama orang-orang yang pernah saya berikan kebaikan. Lakukan saja kemudian lupakan… lupakan! Semoga saya bisa :)

susah tidur

kalau sedang sakit paling susah menerima kenyataan
kenyataan kalau harusnya istirahat saja, istirahat yang sesungguhnya
kenyataan kalau kemarin-kemarin kurang pintar mengatur waktu
banyak kenyataan yang tidak bisa diterima kalau badan sudah ngedrop

seperti sekarang ini, harusnya istirahat saja
tapi ternyata tidak bisa juga, padahal sudah mencoba segala cara
balik ke kanan, balik ke kiri, tengkurap, terlentang
tapi ternyata badan masih belum bisa rileks untuk segera tidur saja

padahal besok masih banyak yang harus dikerjakan
jalan menuju pencapaian impian dan cita-cita
kalau sakit, bagaimana bisa? jadi mau tidak mau hari ini harus istirahat
tapi bagaimana caranya? kalau sembuh jangan lupa jaga diri! :(

saya percaya cinta bukan untuk dicari
tapi untuk dihayati, untuk dimaknai dan dinikmati
karena cinta sudah ada sejak kita lahir di muka bumi
dia ada laksana desir angin, tidak pernah jauh dari kita

dia ada pada pelukan seorang ibu
dia ada pada nasihat bijak seorang ayah
dia ada pada genggaman tangan seorang kakak
dia ada pada sandaran manja seorang adik

dan jika, jika kita tidak punya siapapun dalam hidup kita
dan jika, jika dari terlahir kita sudah sendirian
cinta itu tetap sudah tersedia untuk dinikmati
hanya perlu membuka mata hati untuk menemukannya

dia ada pada semangat kawan-kawan terdekat
dia ada pada kesabaran seorang pengajar
dia ada pada setiap orang yang masih bisa tersenyum pada kita
bahkan dia tersembunyi dalam kebencian seorang musuh

dan jika, jika kita hanya mempersepsi cinta adalah nafsu
nafsu antara dua manusia yang berjanji sehidup semati
yang akhirnya mungkin saling membenci
itu bukanlah cinta sesungguhnya

tapi justru cinta semacam itu yang seringkali dicari
seolah hidup tak ada artinya tanpa seorang belahan jiwa
seolah menjadi orang aneh ketika semua orang berpasangan
dan kita masih sendiri datang ke kawinan seorang sahabat

apakah belahan jiwa sesungguhnya?
dia adalah bagian dari hidup kita  yang akan membuat kita mati
jika sampai belahan itu tidak kita temukan
itulah setiap detik nafas yang kita hirup dan kita hembuskan

sesungguhnya udara yang gratis dari Tuhanlah
belahan jiwa yang kita cari-cari setengah mati
karena dengan atau tanpa manusia di sekitar kita
kita akan tetap hidup selama Tuhan memberikan udaranya pada kita

itulah cinta yang nyata dari Tuhan yang tercinta
untuk setiap hembusan nafas itu tidak ada biaya yang harus kita keluarkan
semuanya gratis dan setiap orang tidak saling mengambil jatahnya!
itulah cinta tanpa syarat yang selama ini kita cari-cari

jika di antara hembusan nafas itu ada seorang teman berbagi
itu hanya bonus dari Sang Pemberi Cinta yang sesungguhnya
hanya supaya kita tidak terlalu kesepian
tapi kalau harus sendiripun, sesungguhnya itu bukan hal yang apa…

mari nikmati cinta yang nyata yang tumpah ruah di sekitar kita
dengan karunia yang luar biasa ini, masihkah kita pantas bersedih?
padahal jika satu hembusan nafas saja berharga 1 rupiah
bayangkan berapa rupiah harus dikeluarkan sampai hari ini?

mari nikmati indah hari ini
mari bersyukur atas cinta tanpa syarat ini
mari berbahagia dan mengucap terima kasih
dan tunggulah hadiah lain dari Sang Maha Pencinta…

sambil ditemani www.radioforfun.com malam ini rasanya tenang sekali
dengan sisa udara bekas diguyur hujan seharian
tidak ketinggalan petir yang menggelegar dengan ganasnya
mudah-mudahan hujan hari ini membawa banyak berkah…

mendengarkan lagu listen to your heart dari roxette
tiba-tiba ingin mendengar lebih jelas apa yang dikatakan hati terdalam
karena kadang-kadang hati mendadak senang atau sedih
kadang alasannya kuat, kadang terjadi begitu saja

dan saya sendiri seringkali dibuat bingung oleh isi hati
ternyata otak memang berguna di saat hati terbolak balik
tidak ada yang bisa dilakukan selain bertanya pada otak?
jadi, bagaimana ini? apa yang harus saya lakukan…

mudah-mudahan kali ini otak dan hati bekerja seimbang
jadi tidak ada yang menang atau kalah dalam kebimbangan ini
suara hati yang didukung keputusan rasional memang paling pas
meskipun untuk mendapatkan keduanya kadang tidak mudah…

ketika menggambarkan impian, hati sangat berkuasa
sementara ketika berpijak pada kenyataan otak memegang kuasa
tapi saya percaya apa yang dikatakan hati biasanya lebih tepat
buktinya saya menemukan banyak keajaiban…
ketika otak seringkali berkata: ini mustahil… kali ini saya kembali menunggu!

menanti pelangi…

di waktu kecil saya pernah sangat ketakutan dengan hujan
dan sampai saat ini bunyi petir masih terasa seperti teror
semakin dewasa saya semakin jatuh cinta dengan hujan
meresapi bau tanah kering tersiram air menimbulkan kenikmatan

meskipun bunyi petir masih terasa seperti teror
saya sudah bisa mencintai hujan sepenuh hati
karena saya tahu akan ada sesuatu yang indah terjadi setelah hujan
tanaman yang tumbuh mekar dan pelangi yang bersinar…

dan ketika hujan turun, saya tidak lagi risau dengan basahnya
saya tidak lagi ambil pusing dengan bunyi petirnya
karena ada banyak hal indah yang akan saya temui setelah hujan
dan saya akan menanti hal indah itu datang setelah hujan berhenti…

di sebuah studio di kawasan kemang…
melihat guyuran hujan sambil merenung
mengingat-ingat semua cita-cita di masa lalu
tidak ada kata lain selain: Alhamdulillah…

karena ternyata saya sampai di sini!
di mimpi saya beberapa tahun lalu
ketika ibukota adalah tujuan saya
dan semua orang berkata: mana bisa?

sekarang saya di sini, di belantara ibukota
pernah bekerja di sebuah media
dan sekarang mengurus program yang terhubung dengan dunia luar
dunia jauh di sana, yang dulu hanya dalam impian…

ketika dulu saya hanya melihat dari kejauhan
ketika dulu saya hanya berkata: “seandainya saja”
ketika dulu saya berkata: itu tempat yang saya mau
dan hari ini, saya sampai di sini… yah, saya sampai di sini

buat sebagian orang semua ini hanya sederhana
yang saya dapat bukanlah seberapa
tapi untuk saya yang pernah bermimpi…
inilah keajaiban, inilah kuasa Tuhan atas impian saya…

 

tetap bertahan!

saya adalah pemimpi
menuliskannya dalam puisi
meyakininya dalam hati
membaginya dengan sekiling

saya berjalan di muka bumi penuh mimpi
berharap semua bisa menjadi kenyataan
berkhayal tentang yang indah-indah
sesekali terjatuh luka karena mimpi tidak sesuai kenyataan

tapi saya tidak akan menyerah
karena mimpi hari ini bisa saja berubah nyata
mungkin besok atau masih tahun depan atau masih lama
tidak mengapa… saya akan bertahan!

percaya!

hanya ada satu hal yang bisa dilakukan ketika kita mempunyai mimpi
percaya!
karena hanya rasa percaya yang sungguh-sungguh tanpa keraguan
yang bisa membuat semua mimpi menjadi kenyataan

jangan ragu!
mimpi besar sekalipun bisa tercapai selama kita percaya
blog ini saya tulis dengan dasar kepercayaan yang luar biasa
jika saya, suatu saat nanti bisa mencapai mimpi-mimpi saya…

hanya jika percaya alam akan membawa kita menuju mimpi
saya tidak pernah meragu ketika mengatakan banyak impian
beberapa mungkin menjadi kenyataan dalam waktu singkat
beberapa lainnya mungkin akan tercapai di masa depan…

saya percaya!!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!