saya percaya cinta bukan untuk dicari
tapi untuk dihayati, untuk dimaknai dan dinikmati
karena cinta sudah ada sejak kita lahir di muka bumi
dia ada laksana desir angin, tidak pernah jauh dari kita
dia ada pada pelukan seorang ibu
dia ada pada nasihat bijak seorang ayah
dia ada pada genggaman tangan seorang kakak
dia ada pada sandaran manja seorang adik
dan jika, jika kita tidak punya siapapun dalam hidup kita
dan jika, jika dari terlahir kita sudah sendirian
cinta itu tetap sudah tersedia untuk dinikmati
hanya perlu membuka mata hati untuk menemukannya
dia ada pada semangat kawan-kawan terdekat
dia ada pada kesabaran seorang pengajar
dia ada pada setiap orang yang masih bisa tersenyum pada kita
bahkan dia tersembunyi dalam kebencian seorang musuh
dan jika, jika kita hanya mempersepsi cinta adalah nafsu
nafsu antara dua manusia yang berjanji sehidup semati
yang akhirnya mungkin saling membenci
itu bukanlah cinta sesungguhnya
tapi justru cinta semacam itu yang seringkali dicari
seolah hidup tak ada artinya tanpa seorang belahan jiwa
seolah menjadi orang aneh ketika semua orang berpasangan
dan kita masih sendiri datang ke kawinan seorang sahabat
apakah belahan jiwa sesungguhnya?
dia adalah bagian dari hidup kita yang akan membuat kita mati
jika sampai belahan itu tidak kita temukan
itulah setiap detik nafas yang kita hirup dan kita hembuskan
sesungguhnya udara yang gratis dari Tuhanlah
belahan jiwa yang kita cari-cari setengah mati
karena dengan atau tanpa manusia di sekitar kita
kita akan tetap hidup selama Tuhan memberikan udaranya pada kita
itulah cinta yang nyata dari Tuhan yang tercinta
untuk setiap hembusan nafas itu tidak ada biaya yang harus kita keluarkan
semuanya gratis dan setiap orang tidak saling mengambil jatahnya!
itulah cinta tanpa syarat yang selama ini kita cari-cari
jika di antara hembusan nafas itu ada seorang teman berbagi
itu hanya bonus dari Sang Pemberi Cinta yang sesungguhnya
hanya supaya kita tidak terlalu kesepian
tapi kalau harus sendiripun, sesungguhnya itu bukan hal yang apa…
mari nikmati cinta yang nyata yang tumpah ruah di sekitar kita
dengan karunia yang luar biasa ini, masihkah kita pantas bersedih?
padahal jika satu hembusan nafas saja berharga 1 rupiah
bayangkan berapa rupiah harus dikeluarkan sampai hari ini?
mari nikmati indah hari ini
mari bersyukur atas cinta tanpa syarat ini
mari berbahagia dan mengucap terima kasih
dan tunggulah hadiah lain dari Sang Maha Pencinta…